Kampung Tarung merupakan sebuah kampung adat yang terletak di punggung
bukit di tengah Kota Waikabubak, Sumba Barat Daya, NTT. Kampung tarung ini adalah kampung adat yang mencerminkan wajah asli budaya Sumba.
Seluruh rumah yang ada di kampung ini merupakan rumah tradisional berupa rumah panggung dengan atap berbentuk menara yang menjulang
tinggi. Atap rumah terbuat dari alang-alang
serta dinding dan
lantainya terbuat dari bambu.
Sabtu,
7 Oktober 2017, terjadi peristiwa kebakaran di Kampung Tarung. Api dengan cepat menghanguskan kurang lebih 30
rumah karena bangunan terbuat dari bambu dan alang-alang. Jarak antar rumah yang
sangat dekat membuat api mudah merambat. Hanya sedikit masyarakat yang sempat menyelamatkan harta
benda
mereka. Pakaian, perabot rumah tangga,
bahkan bagi penduduk
yang memiliki anak usia sekolah, alat tulis serta seragam sekolah anak-anak mereka tidak dapat diselamatkan. Semua habis dilalap si jago
merah.
Sabtu, 4 November 2017, komunitas Scholarship for Scholarship (SfS) bekerjasama dengan STKIP Weetabula dan
Program Social Wedding mengadakan bakti sosial di Kampung Tarung. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap adik-adik korban musibah kebakaran di kampung tersebut.
Perjalanan menuju Kota Waikabubak dari Weetabula
membutuhkan waktu selama ±2 jam.
Setiba di Waikabubak, tim langsung menuju ke Pasar Lama, tempat yang digunakan sebagai tempat tinggal sementara oleh masyarakat korban kebakaran di Kampung Tarung. Ruangan-ruangan kecil yang dibatasi
oleh sekat tripleks menjadi
tempat mereka tinggal untuk sementara waktu. Ruangan yang gelap dan cukup pengap menjadi
tempat
anak-anak bermain bersama.
Kegiatan bakti sosial dibuka secara langsung oleh ketua
RT Kampung Tarung. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa warga Kampung Tarung merasa
sangat bahagia dan tersentuh oleh kehadiran tim SfS dan rekan-rekan dari STKIP
Weetabula. Secara khusus, beliau sangat bangga dan berterima kasih karena tim SfS yang
mayoritas anggotanya berasal dari daerah luar NTT turut memikirkan dan membantu Kampung Tarung. Kehadiran tim SfS dan rekan-rekan dari STKIP Weetabula menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya bagi
anak-anak
Kampung Tarung.
Perwakilan tim SfS memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan tentang komunitas SfS dan rekan-rekan STKIP Weetabula yang ikut terlibat pada kegiatan tersebut. Selanjutnya, dilakukan penyaluran bantuan secara simbolis
kepada Kepala Desa berupa seragam SD, SMP, dan SMA, serta alat tulis. Acara penerimaan bantuan ditutup dengan sesi foto bersama.


Kegiatan tidak berhenti sampai di
situ. Tim SfS dan rekan-rekan STKIP Weetebula
juga memberikan kelas motivasi bagi anak-anak Kampung
Tarung. Motivasi diberikan dalam bentuk permainan yang diselingi dengan pemberian semangat. Anak-anak terlihat begitu antusias mengikuti setiap permainan yang diberikan. Anak-anak Kampung
Tarung menyampaikan ungkapan terima kasih atas kehadiran, bantuan, dan motivasi yang diberikan. Mereka berjanji untuk
lebih semangat dalam belajar dan sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar